Selasa, 07 Februari 2017

MANUSIA TAPI MONYET
Karya Aisah Tunnisa

Di suatu desa, tepatnya di desa Antahmana. Tinggallah sepasang suami istri, sebut saja Wa Khaji dan Wa Hajah. Mereka adalah orang yg cukup kaya di desa antahmana. Tapi sayang, meraka tidak memiliki anak. *kasian ya? :D Pernah suatu ketika Wa hajah mengandung. Tapi saat melahirkan, anaknya tidak selamat. Dan hal itupun berulang beberapa kali. Hingga membuat membuat wa khaji dan wa hajah bersedih.

"Pak, kenapa ya setiap saya melahirkan, anak kita tidak ada yang selamat." keluh wa hajah pada suatu hari. "sabar bu, mungkin belum saatnya kita diberi amanat oleh Allah." jawab wa khaji mencoba menghibur wa hajah. 

Beberapa bulan kemudian, wa hajah pun mengandung lagi. Saat wa khaji mengetahui hal itu, secara spontan dan tidak sengaja wa khaji bernadzar, "Jika calon anakku kali ini lahir dengan selamat, maka suatu saat nanti akan ku nikahkan dengan monyet."  Dan benar saja, setelah 9 bulan mengandung wa hajah pun melahirkan seorang anak perempuan dengan selamat. Wa khaji dan wa hajah sangat bahagia.

Beberapa tahun kemudian. Saat anaknya sudah menginjak usia remaja, wa khaji pun teringat dengan nadzarnya. Dan dia berkata dalam hati, "Yang benar saja kalau aku harus menikahkan anakku dengan monyet."  Dia pun berfikir dan terus berfikir, hingga akhirnya dia memutuskan untuk meminta solusi kepada salah satu orang pintar yang dikenalnya. Sebut saja walebeh.

Pada suatu hari. "Assalamu'alaikum." ucap wa khaji di depan rumah walebeh. "Wa'alaikumsalam." suara walebeh sambil membuka pintu. "Oh wa khaji, mari silahkan masuk.?" lanjutnya."Iya wa, terimakasih." jawab wa khaji, lalu masuk dan duduk.

"Kalau boleh tau, ada apa wa khaji.? Tidak biasa biasanya wa khaji datang kesini?" tanya walebeh memulai pembicaraan. "Sebelumnya maaf wa, saya kesini ingin meminta solusi." Jawab wa khaji. "Oh begitu, memangnya wa khaji punya masalah apa.?" tanya walebeh. "Jadi begini wa, saat istri saya mengandung tidak sengaja saya bernadzar, "Jika calon anakku kali ini lahir dengan selamat, maka suatu saat nanti akan ku nikahkan dengan monyet." seperti itulah kira kira. Sekarang saya bingung, Karna tidak mungkin saya menikahkan anak saya dengan seekor monyet."
"Begini saja wa, besok kan hari jum'at? Kalau bisa besok wa khaji berangkat ke masjidnya belakangan, lalu mengisi barisan paling belakang, kalau perlu dekat pintu keluar. Dan setelah sholat jum'at selesai, wa khaji perhatikan orang orang yang akan keluar dari masjid paling awal,  jika wa khaji menemukannya maka orang itulah yang akan menjadi menantu wa khaji" Ucap walebeh memberikan solusi. "Setelah wa khaji menemukan orang yang saya sebut tadi, bawalah orang itu kesini." Lanjut walebeh.
"Baiklah wa, tapi kenapa begitu? Kan saya bernadazar "akan saya nikahkan dengan monyet." bukan dengan manusia?" Tanya wa khaji penasaran.
"Sudahlah, nanti juga wa khaji akan tau alasannya." Jawab walebeh.

Keesokan harinya wa khaji pun pergi ke masjid belakangan dan mengisi barisan paling belakang. Saat sedang sholat pikiran wa khaji tidak tenang. Setelah selesai sholat, dia terus memperhatikan kesana kemari untuk melihat orang orang yang akan keluar dari masjid. Setelah memperhatikan cukup lama, wa khaji melihat ada salah satu pemuda yang keluar dari masjid. 

Ketika wa khaji melihatnya, langsung saja dia menahan pemuda itu, "Ini dia orangnya" Ucap wa khaji, membuat pemuda itu terheran heran. "Ada apa ini pak? Kenapa bapak menahan saya seperti ini?" Tanya pemuda itu. "Kamulah orang yang akan menjadi menantu saya" Ucap wa khaji. "Bagaimana bisa pak?" Tanyanya lagi. "Sudahlah, jangan banyak tanya. Ayo ikut saya." Kata wa khaji. "Tap..Tapi pak..?" Belum sempat melanjutkan ucapannya, dia langsung dibawa kerumah walebeh. Sesampainya dirumah walebeh. "Assalamu'alaikum." Ucap wa khaji. "Wa'Alaikum salam." Jawab walebeh. 

Tanpa basa basi wa khaji langsung berkata, "Wa, saya melihat orang ini keluar dari masjid paling awal. Inikah orang yang akan menjadi menantu saya?" Tanya wa khaji. "Iya wa, inilah orang yang akan jadi menantu wa khaji. Alasannya yaitu, karna orang yang tidak punya tata krama (tidak mau berdo'a) setelah sholatnya, maka dia sama saja dengan monyet." Jawab walebeh menjelaskan maksud ucapannya kemarin. Setelah kejadian itu, wa khaji pun menikahkan anaknya dengan pemuda itu.

Profil Penulis:
Nama   : Aisyah Tunnisa
TTL       : Sungai buluh, 12 mei 1999
Alamat : Desa Sungai Buluh, Kec. Singingi Hilir, Kab. Kuantan Singingi, Riau.
facebook : Aisyah TunNisa.
Maaf ya cerpennya ga jelas dan mungkin banyak yang salah. karna saya baru belajar. :)
                                                                                                                 http://www.cerpencinta.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar